How Are You?
.
.
.
.
.Joshua menarik nafas panjang. Dia memasuki ruangan kunjungan. Joshua menduduki tempat yang sudah disiapkan,menunggu seseorang yang ingin ditemuinya.
Seseorang yang seperti ditunggunya datang,pria itu duduk dikursi yang berhadapan dengan Joshua.
"Hallo,Pah."ucap Joshua canggung seraya memegang tengkuknya
Pria itu Rudy,Ayah Joshua. "bagaimana kabar ibumu?."tanyanya.
Sontak,Joshua menurunkan kedua tangannya yang berada dimeja lalu mengepalnya.
"Mamah,sehat ko."dustanya"seperti biasa."sambungnya sedikit tertawa.
Rudy tersenyum tipis,"baguslah,Hirata sehat."ucapnya.
Joshua menatap Rudy,"Bagaimana hubungan Papah dan Jane?."tanya Joshua memberanikan diri.
Rudy menatap anak bungsunya,"Kami telah berpisah."jawab Rudy.
"memangnya kenapa?."tanya Joshua lagi.
"Jane berbeda,dia tidak seperti Hirata. Aku menyesal telah menyia-nyiakan Hirata."tutur Rudy kali ini benar benar dari hatinya.
Joshua terdiam,berusaha mencerna kalimat itu.
"Bagaimana kabar kakakmu?."tanya Rudy pada Joshua.
"Dia sangat baik."jawab Joshua.
"syukurlah."ucap Rudy.
"Apa ada sesuatu yang membuatmu ke sini?."ucap Rudy.
Joshua mengangguk pelan,dia memberikan sebuah undangan kepada sang Ayah.
Rudy membuka undangan tersebut.
"Aku harap Papah bisa hadir dihari pernikahan ka Jason."ucapnya memberitahukan pada sang Ayah.
Rudy menundukkan kepalanya,"Sepertinya tidak bisa."tuturnya.
"waktu kunjungan telah selesai."ucap petugas.
Rudy beranjak dari tempat duduknya lantas memeluk putranya,"Maafkan papah ya,nak."ucapnya lalu melepaskan pelukannya.
Joshua terdiam,melihat sang Ayah yang sudah berjalan diikuti dengan petugas.
Dia beranjak dari tempat duduknya.***
Zavo Ibrahim,pria itu tengah tersenyum seraya menatap ponselnya. Dia tengah membuka app Instagram. Pria itu melihat foto-foto dari akun seorang wanita.
Zavo melihat setiap gaya wanita itu. Cantik. Itulah satu kata untuknya.
"Nina,Apa kabar?."gumamnya sepertinya dia mengenal wanita itu.
"bukan dia. Coba cari lagi alamatnya."ucap seorang wanita.
Zavo memasukkan ponselnya ke saku bajunya lantas menoleh kearah wanita itu. Dia melihat wanita itu. Lantas bibirnya terbuka,"Nina?."ucapnya.
Wanita itu tengah menelphone lantas mengakhiri panggilannya,lantas menoleh kearah Zavo. "Siapa ya?."tanyanya.
"gue Zavo."ucap Zavo.
"Oh,Zavo. Gue duluan ya."ucap wanita yang dipanggil Nina.
Alih-alih berbicara bersama Zavo,wanita itu memilih pergi begitu saja.
Zavo yang penasaran mengikutinya.
.
.
.
.
Sampai akhirnya wanita itu ke tempat yang sangat dikenalnya. Zavo mengumpat dibalik pohon mangga. Dia melihat Nina menghampiri Luna.
Namun,Zavo memperhatikan tangan kiri Nina yang memegang sebuah benda diumpatkan dibelakang badannya.Nina melayangkan pisau itu,lantas Zavo keluar dari persembunyiannya.
"Nina!."teriaknya.Nina yang mendengar teriakan langsung berlari. Sontak,Zavo mengejar Nina.
Luna yang melihat wanita itu kebingungan.
Luna mengambil ponselnya mendapat sebuah panggilan.
Dia tersenyum saat mengetahui si pemanggil.
***
Zavo dengan cepat meraih tangan Nina. Namun,sebuah pisau menusuk perutnya. Nina melebarkan matanya saat pria itu memeluknya dengan darah yang membasahi bajunya.
"Nina,Aku menyukaimu."bisiknya seraya meringis kesakitan.
Zavo menutup matanya,tubuhnya rubuh didalam pelukannya. Nina melihat pisau itu yang dilumuri darah,dia menjatuhkan pisau tersebut.
"Tolllloooong."teriak Nina.
***
Luna membalikkan badannya mendapati Joshua yang sudsh berdiri tak jauh darinya.
"How are you?." ucap Joshua dari telphone genggamnya.
Luna tersenyum kemudian berjalan menghampiri Joshua. Dia memeluk pria itu.
Joshua memeluk wanita itu seraya mencium puncak kepala Luna.Rindu kini telah terbayar.
Kecemasan akan rubahnya perasaan itu selalu ada dibenakku.
Akan tetapi
Kamu masih ditempat yang sama dengan perasaan yang sama.
Menunggu dengan setia kehadiranku disini.
Aku beruntung memilikimu,Luna Albi.
The End.

YOU ARE READING
LDR (Completed√)
Romance1 March 2019 #1 in LDR Note : Cerita berantakan harap maklum. (Completed√) (Dilarang keras mencopy cerita!) Saling menyayangi, saling mempercayai dan saling menjaga hati adalah kunci kisah cinta yang sesungguhnya. Meskipun jarak memisahkan mereka...