I'm Okay
.
.
.
.
.
.Tuttt...
Tuttt...
Tuttt...
Seorang wanita tengah menunggu panggilan telphonenya yang terhubung dengan adik iparnya. Bibirnya bergumam, "angkat... Angkat. "
Lima menit sudah.
"Halo, Kak Chika."suara itu terdengar diponselnya.
Chika yang mendengarnya bernafas lega,"kamu apa kabar?. "tanyanya.
"baik ko kak. Alhamdulilah. "
"oh, syukur deh. Bagaimana keadaan Yutta?. "tanyanya.
"alhamdulilah kak, Yutta sehat. Ka Chika dan sekeluarga apa kabar?. "
"sama,Lun. Baik. "jawabnya seraya semeringai.
"Ada Yutta engga,Lun?."tanya Chika.
"Engga ada kak, belum pulang sekolah. "ucap dari sumber suara.
Chika membalikkan badannya, hampir terlonjak karena terkejut melihat Jason yang berdiri dibelakangnya. Pria itu menguap menahan kantuknya.
Chika memukulnya gemas,lalu mengingat dirinya sedang berbincang dengan Luna.
"Lun,udah dulu ya. Jaga kesehatan selalu, assalamualaikum. "tutupnya.Jason yang melihatnya sedari tadi,menggaruk garuk tengkuknya, "Luna?. "tanyanya.
Chika mengangguk pelan lalu berjalan menuju dapur yang dibuntuti oleh Jason.
***
"Joshua!. "teriak Veir yang berlari kearahnya. Anak laki-laki itu merangkulnya."kemana aja lo?. "katanya.
Joshua meliriknya, "Gue ada ko."jawabnya santai.
Veir menautkan satu alisnya menatap temannya, "beneran?."
Joshua terkekeh, "I'm oke."jawabnya singkat lalu melangkahkan kakinya dengan lebar agar lebih cepat memasuki kelasnya.
.
.
."Lun, gue masuk ya. "kata Citra kepada Luna yang sedari tadi hanya mencelingak-celinguk entah mencari siapa.
Luna yang mendengar ucapan Citra, menoleh kearahnya."Ya, Cit."
Citra pun memasuki kelas meninggalkan Luna yang masih berdiri dikelas. Gadis itu selalu menatap setiap area koridor,matanya begitu jeli menangkap seseorang.
Beberapa menit kemudian, Luna yang merasa pegal akhirnya memutuskan untuk merubah posisinya menjadi menjongkokan kakinya,matanya pun kini menatap ponsel canggihnya,berharap menunggu ada chat masuk.
"Jo,Luna ngapain tuh?. "ucap Veir yang melihat Luna dari kejauhan.
Joshua menatap lurus yang mendapati Luna tengah sibuk menatap ponselnya. Sesampainya didepan kelas, Joshua memberhentikan langkahnya.
"lo duluan aja. "ucap Joshua kepada Veir.
Veir mengangguk kemudian memasuki kelasnya.
Joshua menjongkokan kakinya,mengarah pada Luna.
"sst. "desisnya
Luna masih sibuk dengan ponselnya.
"sst. "desisnya lagi.
Gadis itu masih fokus pada ponselnya.
Joshua menaruh tangannya di puncak kepala Luna, membuat gadis itu mendongakkan kepalanya. Luna yang melihat Joshua mendapat senyuman dari anak laki-laki itu."Kapan dateng?. "tanya Luna.
Joshua tersenyum,"Kamu lagi ngapain disini?. "tanyanya balik.
Luna mendecak sebal, Dia kan lagi bertanya kenapa Joshua malah bertanya balik padanya.
"Lagi nungguin aku ya?. "ucapnya kemudian menaruh kedua tangannya dipipi gadis itu.
Mencubit gemas pipi gadis itu.
"Kamu kangen kan sama aku."ucapnya dengan nada yang sok imut.
Luna menautkan alisnya,"Jo, sehat kan?. "tanya Luna."Eh?. "kekeh Joshua langsung melepaskan cubitannya.
"woyadong, sehat selalu,Lun."ucapnya dengan menyengir lebar."Masa?. "
"memangnya kamu mau aku sakit, nanti, kalau aku sakit kamu khawatir lagi. "katanya seraya tersenyum.
Luna merubah posisinya menjadi berdiri dengan tegak,"masuk ke kelas yuk. "ucap Luna kepada Joshua.
Anak laki-laki itu mengangguk pelan, "kamu masuk duluan aja. "
"oke. "jawab Luna kemudian memasuki kelas.
Joshua mengambil ponselnya disaku bajunya,menekan tombol lock pada layar ponselnya. Didalam notif terdapat 1 pesan,dia membukanya. Matanya melebar saat melihat isi pesan itu. Dia kembali menaruh ponselnya disaku bajunya.
Tangannya mengacak rambutnya yang sudah tertata rapih, dia bergumam.
"kenapa terlalu cepat?. "Saat ini,dia berada diambang kebingungan.

YOU ARE READING
LDR (Completed√)
Romance1 March 2019 #1 in LDR Note : Cerita berantakan harap maklum. (Completed√) (Dilarang keras mencopy cerita!) Saling menyayangi, saling mempercayai dan saling menjaga hati adalah kunci kisah cinta yang sesungguhnya. Meskipun jarak memisahkan mereka...