Mereka berkali-kali berkata "like parents like daughter" mereka ingin agar dia tidak mewarisi dan mencontoh sifat buruk orng tuanya, dia paham dan dia mencoba mengerti, tapi tidak bisa di pungkiri dia memang anak orng tuanya tanpa dia mau setengah sifat mereka juga menjadi sifatnya. dia tau mereka membenci ibunya, tapi apa harus dia mendengar kebencian tentang ibunya itu juga menjadi bagian dari dirinya, sejujurnya dia sudah tidak tau lagi dia merasa seakan semua kesalahan ibunya juga menjadi kesalahan nya, seakan dia harus menanggung semua kejadian yang dia tidak ketahui itu, dia tau semua orang terluka tidak dipungkiri ibunya, saat dia mendengar cerita dari kedua sisi dia sadar mereka smua memiliki luka nya masing-masing. tapi dia berfikir "kenapa harus dia yang menanggung semua luka itu, kenapa? apakah mereka tidak berfikir bahwa.. anak seperti ku ini pun bisa terluka".