Melo_di_Kata

Dea menggeleng-geleng. "Ta-tapi bagaimana kalian akhirnya menikah?" Tatapan mata Dea bergantian menuntut jawab dari Utari lalu berpindah ke Ammar. "Lo bukannya benci sama kita, Ino? Lo nggak dendam gitu ke kita-kita?"
          	
          	"Entahlah. Kurasa dendam itu pekerjaan yang melelahkan. Seperti mempersiapkan sakantung racun untuk orang lain, tapi diri sendiri yang keracunan."
          	
          	Utari membuang muka, ia berdecak tak percaya dengan ucapan yang baru keluar dari mulut Ammar.
          	
          	Dendam melelahkan? Cuih, lantas apa yang kamu lakukan padaku selama ini?
          	
          	Menangkap ekspresi muak di wajah istrinya, Ammar meraih tangan Utari. Merasakan keterkejutan Tari, Ammar meremas lebih erat tangan dingin itu. "Dan soal kenapa kami ahirnya menikah, mungkin inilah yang dinamakan takdir. Cinta telah menyatukan kami."
          	
          	Mau tak mau Utari menatapnya. Kata-kata Ammar seperti satu ton batu bata menghantam Tari. Cinta? Takdir? Kenapa Ammar harus mengatakan bualan itu di hadapan Habibie dan seluruh teman Utari? Tari bahkan tidak bisa lagi meneruskan hubungan ini. Sejak kapan mereka menjadi 'cinta'. Utari tidak menanggapi. Memangnya ia harus memberi tanggapan seperti apa? Tidak peduli Utari melihat sehebat apa Ammar meremukkan hati Habibie. Saat ini ia tak bisa melakukan apapun, Ammar memegang kendali penuh atas dirinya.
          	
          	"Apapun yang dulu pernah gue ucapkan dan gue lakukan ke elo, gue minta maaf banget, ya." Rizal menepuk bahu Ammar.
          	
          	Disusul ucapan maaf dari teman-teman yang lain, termasuk Dea dan Melly. Kalau dipikir-pikir, tak ada teman SMA Ammar yang tak bersikap buruk padanya dulu. Semua sama saja, justru Utarilah yang tak pernah melakukan kejahatan apapun. Tunggu, kejahatan Utari pada Ammar hanya satu, menolak cinta pria itu. Namun Tari tak sepenuhnya salah, ia sudah memiliki Bibie saat itu, maka wajar jika cinta Ammar tak terbalas bukan?
          	
          	+-+-+-+-+-+-+-+-+-+-+-+-+-+-+-+-+-+-+-+-+
          	
          	Baru saja update di KBM App

anakpongoet

Melo_di_Kata

Dea menggeleng-geleng. "Ta-tapi bagaimana kalian akhirnya menikah?" Tatapan mata Dea bergantian menuntut jawab dari Utari lalu berpindah ke Ammar. "Lo bukannya benci sama kita, Ino? Lo nggak dendam gitu ke kita-kita?"
          
          "Entahlah. Kurasa dendam itu pekerjaan yang melelahkan. Seperti mempersiapkan sakantung racun untuk orang lain, tapi diri sendiri yang keracunan."
          
          Utari membuang muka, ia berdecak tak percaya dengan ucapan yang baru keluar dari mulut Ammar.
          
          Dendam melelahkan? Cuih, lantas apa yang kamu lakukan padaku selama ini?
          
          Menangkap ekspresi muak di wajah istrinya, Ammar meraih tangan Utari. Merasakan keterkejutan Tari, Ammar meremas lebih erat tangan dingin itu. "Dan soal kenapa kami ahirnya menikah, mungkin inilah yang dinamakan takdir. Cinta telah menyatukan kami."
          
          Mau tak mau Utari menatapnya. Kata-kata Ammar seperti satu ton batu bata menghantam Tari. Cinta? Takdir? Kenapa Ammar harus mengatakan bualan itu di hadapan Habibie dan seluruh teman Utari? Tari bahkan tidak bisa lagi meneruskan hubungan ini. Sejak kapan mereka menjadi 'cinta'. Utari tidak menanggapi. Memangnya ia harus memberi tanggapan seperti apa? Tidak peduli Utari melihat sehebat apa Ammar meremukkan hati Habibie. Saat ini ia tak bisa melakukan apapun, Ammar memegang kendali penuh atas dirinya.
          
          "Apapun yang dulu pernah gue ucapkan dan gue lakukan ke elo, gue minta maaf banget, ya." Rizal menepuk bahu Ammar.
          
          Disusul ucapan maaf dari teman-teman yang lain, termasuk Dea dan Melly. Kalau dipikir-pikir, tak ada teman SMA Ammar yang tak bersikap buruk padanya dulu. Semua sama saja, justru Utarilah yang tak pernah melakukan kejahatan apapun. Tunggu, kejahatan Utari pada Ammar hanya satu, menolak cinta pria itu. Namun Tari tak sepenuhnya salah, ia sudah memiliki Bibie saat itu, maka wajar jika cinta Ammar tak terbalas bukan?
          
          +-+-+-+-+-+-+-+-+-+-+-+-+-+-+-+-+-+-+-+-+
          
          Baru saja update di KBM App

halimahiNDahh

bluetwilight95

Untuk semua pecinta chicklit romance yang manis, bisa bikin senyum-senyum sendiri, dan terinspirasi dari kisah nyata.
          
          Boleh banget teman-teman mampir ya ke cerita yang aku dedikasikan untuk Ibu aku ❤
          
          https://www.wattpad.com/story/277914998

Melo_di_Kata

"Sejujurnya menonton video ini membuatku panas dingin. Tubuhmu sebagus model papan atas, sayang sekali kalau hanya kusimpan di memori ponsel." Bualan Ammar membuat emosi di ubun-ubun Tari mendidih.
          
          Utari langsung menghapus video itu, tapi Ammar justru terkekeh melihat sikap istrinya. "Hapus saja, aku sudah menyimpan file berharga itu di beberapa tempat."
          
          "Brengsek kamu, Ammar!" Utari mengeram, ingin sekali ia meninju muka menyebalkan suaminya.
          
          "Jika kau tinggalkan aku, video ini akan menyebar ke mana-mana. Bayangkan perasaan orang tuamu mengetahui putrinya viral akibat skandal. Aku akan mengatakan ke ibumu, bahwa video itu adalah bukti perselingkuhan anaknya."
          
          "Bagaimana mungkin, pria dalam video itu jelas-jelas dirimu."
          
          "Pria di video itu tidak terlihat jelas, Utari. Tidak ada bukti bahwa itu adalah aku."
          
          Lutut Utari lemas. Pintu neraka yang ia pikir sudah ia tutup rapat-rapat ternyata terbuka kian lebar, menghisapnya kembali lagi, dan lagi.
          
          "Jangan membual!"
          
          ***
          
          Bab terbaru sudah update di KBM App, nanti hari Jumat akan Melo update di sini.