Description
Pharan Rueangdet.. Dia adalah Khrù termuda dengan tingkat Kultivasi yang cukup tinggi. Shaman dan Bikkhu pun segan terhadap nya. Namun karenakan lonjakan nya semakin besar, dia pun sendiri pun merasa sangat kualahan. Setelah mengasingkan diri cukup lama dalam ruangan tertutup, ia mendapatkan sebuah petunjuk besar, ia melihat Seorang Shaman yang tinggal di dalam Pegunungan terdalam. Indra Loka adalah tempat pertemuan pertama mereka. Namun, dalam satu kali lihat, Khrù Pharan bisa menebak, bahwa Shaman ini memiliki temperamen yang cukup buruk. Terbukti setelah bertemu, Shaman yang angkuh dan sombong itu tidak mau membantu. Shaman yang menyukai warna Merah dan Hitam itu menolak membantu. Tidak perduli bagai mana Khrù Pharan memohon, dia tetap menolak. Sampai ketika Khrù Pharan terdesak dan kehabisan akal, dia pun berkata: " Katakan padaku, Shaman, persyaratan apa yang bisa membuat mu mau membantu kami semua?." Shaman muda dengan anting merah itu terdiam. Matanya yang biru kecokelatan menatap mata Pharan yang polos secara singkat. :" Berikan tubuh mu padaku, Pharan." Pharan terkejut.. Ia terdiam cukup lama.. Persyaratan yang di minta terlalu besar, tentu saja dia tidak boleh setuju dengan mudah. Menyerahkan tubuh nya sama dengan menyerahkan seluruh kemampuannya dalam dunia Spiritual. " Tenang saja, kau tidak akan kehilangan kemampuan mu." Shaman itu seakan-akan mengerti apa yang Pharan pikirkan di kepala nya. Ia berjongkok di hadapan Pharan, ia amati wajah tampan Pharan lekat - lekat, lalu secara tiba-tiba, ia meniup wajah Pharan dengan asap rokok yang baru saja ia hisap. :" Jika kau setuju, maka aku akan mengukir perjanjian dengan mu, hanya dengan begitu, setiap kali kita berhubungan, kemampuan mu tidak akan hilang." Isi kepala Pharan seakan-akan di kosongkan. Kata-kata Shaman itu membuatnya tidak bisa memikirkan kata-kata penolakan lagi. Sepertinya memang dia tidak punya pilihan. Pharan mengangguk setuju. :" Baiklah, persyaratan nya aku setujui."
Hutan Oak;Gerbang 1-Mahagora