Description
Laut pernah menjadi tempat Arkim mencari tenang. Tapi kini, setiap hembusan ombak cuma mengingatkan dia pada detik terakhir. Arwa, tenggelam, hilang, dan tak pernah kembali. Sejak hari itu, Arkim hidup dalam bayang-bayang. Laut menjadi mimpi ngeri. Sunyi menjadi teman paling setia. Nafasnya bersisa, tapi jiwanya karam bersama cinta yang tak sempat diselamatkan. "Aku benci laut... sebab laut ambil dia dari aku" - Arkim Razn- Hari-harinya hilang makna, hatinya enggan disembuhkan. Sehinggalah muncul seorang gadis... dengan wajah yang menghantui setiap malamnya. Wajah Arwa. Tapi bukan dia. "Kalau hati you penuh luka, biar I ubatkan!" - Ravina Aralyn- Siapa dia? Takdir? Ujian? Atau sekadar pantulan dari jiwa yang masih belum rela melepaskan? "Bukan dia. Tapi kenapa hati aku berdetak macam dulu?" -Arkim Razn- "I bukan dia. Hadam tu" -Ravina Aralyn- Yang pasti, sejak kemunculan gadis itu... laut tak lagi sekadar kenangan. Dan Arkim, untuk pertama kali, berdiri di antara dua pilihan. Hidup kembali, atau tenggelam selama-lamanya.
Prolog