Start Reading
Description
--- Gaza, si perakit tawa. Jika dapat diibaratkan sebagai warna dan rasa, bagi Trisara, Gaza itu warna jingga yang disuguhkan petang dan dingin yang ditinggalkan hujan. Trisara, penikmat sepi. Ketenangannya menenggelamkan layaknya samudera. Bagi Gaza, Trisara itu air, pemberi dan perampas kehidupan. Saat semesta sibuk berotasi, jarum jam masih setia menyapa angka yang dilewati, dan tahun yang tertulis di kalender sudah berganti. Trisara masih membiarkan dirinya dijajah masa lalu, tunduk patuh pada kenangan yang menjelma menjadi luka. Memaksa Gaza untuk pergi. Penyap, sebuah kisah tentang usaha memperjuangkan, melepaskan dan merelakan. --- ⓒ2018
Tentang Trisara.
Continue Reading on Wattpad
