Ndiin2828
Audrey Hepburn, seorang gadis pencinta musim gugur. Setiap musimnya tiba, ia pasti dengan semangat membuka jendela setiap pagi, hanya untuk menyaksikan dedaunan berubah warna, menjadi kering, dan berguguran.
Setiap sore, Audrey suka masuk lebih dalam ke hutan yang rimbun. Hanya untuk sekedar menikmati sensasi daun-daun kering berjatuhan di atas tubuhnya. Angin sepoi-sepoi menyertai, menerbangkan rambutnya ke udara. Benar-benar pengalaman yang luar biasa.
Sampai, saat ia berusia ke 21 tahun.
Tiba-tiba, lelaki yang muncul entah darimana duduk bersandar di pohon tempat biasanya ia menikmati musim gugur, pohon yang sudah ia anggap 'teritori' selama 17 tahun.
"Hei, siapa kau? Menyingkir dari wilayahku." Audrey berkecak pinggang, melihat teritorinya di tempati orang lain.
Tidak ada sahutan.
Audrey berdecak kesal, sudah tanpa izin, langsung menduduki pohon miliknya pula. Ia paling tidak suka 'teritorinya' di tempati orang lain tanpa persetujuannya.
Belum sempat ia melemp4rkan makian dan teriakan, baru menginjakan kaki ke depan lelaki itu, Audrey menjatuhkan buku miliknya sampai jatuh berserakan, matanya membulat, mulutnya terbuka lebar, tak percaya dengan yang ia lihat.
Lelaki yang tertidur dengan damai bersadar dengan pohon itu, memiliki paras yang begitu menawan, alisnya tebal, hidungnya mancung, bibirnya tipis berwarna merah muda, rambutnya panjang sampai pinggang. Dan yang paling membuatnya nyaris berteriak.
Kedua telinganya memanjang tidak seperti manusia biasanya, runcing.
"Elf!"
🍁🍁🍁
'Love In Autumn'