cuankyy_
Fino, mahasiswa Teknik Sipil yang lebih sering menghitung beban bangunan daripada perasaannya sendiri, mendadak harus satu proyek dengan Almira Margareth-mahasiswi Arsitektur dengan reputasi paling perfeksionis se-fakultas.
Awalnya hanya proyek kampus. rancang bangunan, hitung struktur, revisi, lembur bareng. Tapi entah sejak kapan, sketsa dan hitungan mereka mulai terasa personal.
Masalahnya, Almira memiliki prinsip "Gua harus profesional." Dan Fino-yang sudah terlanjur jatuh-hanya bisa menunggu di antara denah, revisi, dan rasa yang tak sempat diungkap.
Ketika proyek selesai, akankah perasaan mereka juga ikut selesai?
Atau justru, ini proyek yang tak pernah benar-benar berakhir-karena yang sedang mereka bangun adalah hati masing-masing.