Niskala Pradipta
2 stories
PRETTY VENOM by sunflowerndha_
sunflowerndha_
  • WpView
    Reads 575
  • WpVote
    Votes 28
  • WpPart
    Parts 2
The most dangerous poison is the one you still choose to drink🌹🖤 *** Semua orang mengira hubungan mereka sempurna. Dua dosen muda yang cerdas, karier yang cemerlang, rumah yang nyaman, dan cinta yang telah bertahan selama bertahun-tahun. Dari luar, Jared Sastradhikara Wiranegara dan Valencia Adityaswari Mahadewi terlihat seperti pasangan yang berhasil melewati segala hal bersama. Tidak ada yang tahu bahwa di balik pintu yang tertutup, mereka perlahan sedang tenggelam. Jared mencintai Valencia dengan cara yang terlalu besar, terlalu posesif, terlalu protektif, dan terlalu takut kehilangan. Sementara Valencia mencintai Jared dengan cara yang sama berbahayanya; ia bertahan lebih lama dari yang seharusnya, memaafkan lebih banyak dari yang seharusnya, dan selalu menemukan alasan untuk tetap tinggal meskipun hatinya perlahan hancur sedikit demi sedikit. Namun cinta saja ternyata tidak selalu cukup untuk menyelamatkan dua orang yang sama-sama terluka. Ketika kehilangan datang dan merenggut sesuatu yang paling mereka nantikan, ketika masa lalu kembali muncul dalam waktu yang paling tidak tepat, serta ketika rasa takut berubah menjadi obsesi yang semakin sulit dikendalikan, hubungan yang selama ini mereka pertahankan mulai menunjukkan bentuk aslinya. Karena tidak semua racun terasa pahit. Beberapa datang dalam bentuk pelukan, terdengar seperti janji, dan terlihat persis seperti cinta.
ACC, Dong, Pak Bram!  by sunflowerndha_
sunflowerndha_
  • WpView
    Reads 2,401
  • WpVote
    Votes 142
  • WpPart
    Parts 2
Hidup Freya Clarissa Daniswara sudah cukup berantakan dengan segala drama quarter-life crisis. Namun, semesta tampaknya merasa itu belum cukup dan memutuskan untuk menjatuhkan draf skripsinya ke tangan Dr. Bramantya Dewangga, Ph.D.-dosen pembimbing paling "berdarah dingin" yang menganggap revisi adalah hobi dan logika adalah harga mati. ​Freya harus berjuang mempertahankan kewarasan di ruang bimbingan yang steril, di mana setiap jengkal tulisannya dihina dengan elegan. Ia dituduh bias, kurang literatur, hingga kurang regulasi emosi. Di sisi lain, Bramantya-pria yang hidupnya serba terukur, monokrom, dan jauh dari kata impulsif-mendadak terusik. Kehadiran Freya yang berantakan, panik, dan (anehnya) membuat dunianya yang sunyi jadi terlalu ramai, mulai mengacaukan parameter presisinya. ​Ketika sesi bimbingan skripsi perlahan berubah menjadi tarik-ulur perasaan yang jauh lebih rumit daripada teori psikologi mana pun, Freya dihadapkan pada dilema besar: apakah ia sedang mengejar selembar tanda tangan kelulusan, atau justru sedang terjebak dalam fase penularan "patologi asmara" dengan dosennya sendiri? ​Skripsi di-ACC, atau hati yang harus menyerah pada anomali bernama cinta?