dwi_wid's Reading List
3 stories
Unsteady  by theblackrosee
theblackrosee
  • WpView
    Reads 2,156,887
  • WpVote
    Votes 259,462
  • WpPart
    Parts 49
Aku percaya, bahwa suatu hari nanti kita akan di pertemukan dalam keadaan yang jauh lebih baik lagi. *** Copyright 2017 by theblacrosee_ || All right reserved
Cold Couple (SUDAH TERBIT) by BayuPermana31
BayuPermana31
  • WpView
    Reads 12,160,267
  • WpVote
    Votes 821,939
  • WpPart
    Parts 50
[EBOOK AVAILABLE DI INSTAGRAM @BIASBUKU] 'Kita yang terluka, kita yang mencinta, kita yang sama.' Mungkin kalian sering menemukan cerita tentang si ceria dan si dingin, dua orang dengan sifat bertolak belakang dipertemukan dan mereka jatuh cinta. Tetapi cerita ini berbeda, Sandra yang awalnya menjalani home schooling terpaksa ikut sekolah formal atas paksaan ayahnya. Sifatnya yang sangat pendiam dan sulit bersosialisasi membuat semuanya terasa sukar dijalani. Apalagi ia mengidap haphephobia, fobia akan sentuhan. Ia kemudian bertemu dengan Edgar, siswa yang dijuluki pangeran es oleh orang di sekitarnya. Sulit diprediksi apakah hubungan mereka akan berhasil atau tidak. Tetapi, jauh di lubuk hati masing-masing, mereka menginginkan satu sama lain. Tentang es yang beku, tetapi diam-diam menyimpan kehangatan di dalamnya. * BOOK TWO OF ROMANCE COUPLE SERIES * BEBERAPA CHAPTER SUDAH DIUNPUBLISH * #3 in Teen Fiction 05.01.2018
ST [1] - (Fat)e by wulanfadi
wulanfadi
  • WpView
    Reads 3,808,795
  • WpVote
    Votes 272,680
  • WpPart
    Parts 38
Disclaimer: Cerita ini adalah cerita amatir yang memiliki banyak kekurangan. Harap dibaca dengan bijak :) --- Sisterhood-Tale [1] : Taylor Hana Anderson Setiap perempuan selalu menjadi putri yang menunggu pangeran sejatinya datang. Taylor percaya kata-kata itu, kata-kata yang Mama ucapkan disaat dia berumur enam tahun. Dia yakin, pangerannya akan datang dengan mengendarai kuda poni berwarna putih dan membawa cincin pernikahan. Bodoh. Tentu saja itu imajinasi masa kecilnya. Di Jakarta, tak mungkin ada cowok memakai baju pernikahan. Apalagi mengendarai kuda. Namun, perkataan Mama ternyata benar. Meski bukan dalam artian sesungguhnya. Contohnya saja hidup Taylor. "Aku selalu menunggu kamu untuk melihatku. Kamu yang tidak pernah melihatku. Dia yang selalu menungguku. Kami terus saja berputar dalam satu lingkaran dan tak pernah bersinggungan. Kami selalu-dan tanpa sadar-bermain mengejar dan menangkap. Kami sama-sama tidak mengatakan sesuatu untuk meluruskan semuanya. Dan akhirnya, kami berbenturan dalam lingkaran tersebut." Copyright © 2013 by wulanfadi