i.
2 stories
Tiket Sekali Jalan [Tamat] by Cahyashl
Cahyashl
  • WpView
    Reads 365
  • WpVote
    Votes 278
  • WpPart
    Parts 5
Sejak prahara di rumah meruntuhkan duniaku, aku terpaksa melangkah ke aspal jalanan dan memulai debut sebagai penumpang bus kota. Di sanalah aku menemukan Roqi-titik terang di tengah remang halte pagi. Sosok jangkung yang ketenangannya membungkam hiruk-pikuk kota, bagiku setidaknya. Roqi adalah teka-teki yang tak seharusnya ada di sini. Ia memiliki binar yang seharusnya milik kursi beludru mobil mewah, bukan tempat bagi debu untuk menjamah. Lewat candaan kopi dan skenario imajiner yang manis, aku mencoba meruntuhkan tembok di antara kami. Hingga perlahan, bus ini berubah menjadi ruang rahasia; tempat di mana aku bisa menanggalkan luka dan menjadi siapa saja. Kami menciptakan surga kecil dari bualan manis dan tawa yang dicuri. Namun, bus ini memiliki tujuan, dan dunia kami memiliki batas. Saat mesin menderu, aku mulai meragu; apakah ia benar-benar sebuah rumah untukku pulang, atau sekadar penumpang yang tengah menunggu jadwal keberangkatan? [Tamat]
Unfinished Lesson by Cahyashl
Cahyashl
  • WpView
    Reads 1,404
  • WpVote
    Votes 205
  • WpPart
    Parts 4
Di dunia Nurey, bunga adalah bahasa. Mawar untuk cinta, Baby's Breath untuk ketulusan, dan Eucalyptus untuk perlindungan. Lalu, apa bunga untuk seseorang yang hanya singgah tapi tidak pernah menetap? Aslan adalah satu-satunya "bunga" yang tidak bisa Nurey klasifikasikan. Dia tidak pernah bilang suka, tapi juga tidak pernah benar-benar menjauh. Dia menjawab, tapi tidak pernah cukup. Dia ada, tapi hanya... setengah. Tiga bulan berlalu, dan Nurey masih berdiri di balik meja kayu, menunggu notifikasi dari seseorang yang mungkin bahkan tidak lagi menyimpan namanya. Ini kisah tentang Nurey, bunganya, dan Aslan yang mirip teka-teki rusak. Sebuah soal pilihan ganda yang tidak menyediakan jawaban benarnya.