Chrysanthia13
- Reads 90,771
- Votes 4,530
- Parts 34
Sejak kecil, Keira dan Arsen telah dijodohkan oleh orang tua mereka sebuah janji yang terikat antara dua keluarga. Namun pernikahan itu tidak dimulai dengan cinta, melainkan melalui jarak, kesibukan, dan kesepakatan keluarga.
Bagi Arsen, menerima pernikahan tersebut adalah bentuk tanggung jawab. Ia menghormati orang tuanya dan tidak ingin menimbulkan keributan panjang di antara keluarga. Meski demikian, jauh di dalam hatinya, Arsen tahu ia belum siap membuka ruang untuk siapa pun. Ia terbiasa sendiri, hidup dengan ritme yang rapi dan tenang, tanpa keterikatan emosional yang rumit.
Sementara itu, bagi Keira, pernikahan ini adalah hal yang ia terima dengan lebih banyak kebisuan daripada penolakan. Ia tidak pernah benar-benar diberi pilihan, hanya diyakinkan bahwa semua ini adalah jalan terbaik. Keira belajar menurunkan harapannya, menyimpan pertanyaannya sendiri, dan menerima status sebagai istri dari lelaki yang bahkan nyaris tak ia kenal. Di balik sikapnya yang lembut, ada hati yang waspada takut berharap terlalu jauh, takut kecewa pada sesuatu yang belum sempat tumbuh.
Empat bulan berlalu tanpa pertemuan atau kabar. Keira dan Arsen tetap menjadi orang asing yang hanya terikat oleh status hukum. Hingga suatu hari, Arsen harus menetap di Yogyakarta untuk menangani rumah sakit disana.
Pertemuan pertama mereka pasca-akad menimbulkan guncangan kecil dalam kehidupan masing-masing membuka ruang untuk curiga, cemburu, dan perasaan-perasaan tak terduga yang perlahan menembus dinding ego dan jarak yang selama ini mereka bangun.
Dari sekadar janji orang tua, mampukah mereka menemukan cinta sejati di tengah kesibukan, jarak, dan hati yang belum sepenuhnya siap menerima?