nascrpio
"Katanya kita cuma teman. Tapi kenapa caramu memperlakukanku seolah aku adalah seseorang yang istimewa?"
Bagi Victoria, Kafka adalah rumah yang tak pernah ia miliki. Seseorang yang selalu datang ketika dunianya berantakan, yang mampu membuatnya tertawa di hari paling buruk, dan yang tanpa sadar menjadi alasan di balik senyum-senyum kecilnya.
Namun, ada satu hal yang tak pernah bisa Victoria pahami dari Kafka. Mengapa laki-laki itu selalu membuatnya merasa dicintai, tetapi tak pernah benar-benar menyatakan perasaannya?
Kafka selalu ada. Selalu peduli. Bahkan terkadang cemburu ketika Victoria dekat dengan laki-laki lain.
Tapi setiap kali seseorang bertanya tentang hubungan mereka, Kafka hanya menjawab dengan santai.
"Victoria? Dia teman gue."
Dua kata sederhana yang selalu berhasil menghancurkan harapan Victoria.
Hingga suatu hari, Victoria mulai lelah menjadi seseorang yang diperlakukan istimewa, tetapi tak pernah diberi kepastian.
Dan ketika Victoria memutuskan untuk berhenti berharap, Kafka justru menyadari bahwa kehilangan seseorang yang selama ini dianggap akan selalu ada adalah hal yang paling menakutkan.
Lantas, apakah Kafka akan memperjuangkan Victoria sebelum semuanya terlambat?
Atau mereka memang ditakdirkan untuk tetap menjadi dua orang yang saling memiliki rasa, tetapi tidak pernah memiliki status?