Eunoladev
Kerjanya santai, tamunya ramah-ramah," kata pemilik Wisma Restu Ibu saat merekrut Ravel sebagai Chef Kepala. Dua bulan kemudian, Ravel sadar kalau dia sudah kena tipu mentah-mentah.
Menghadapi shift kerja 12 jam yang menguras raga saja sudah berat, tapi Ravel harus bertahan di dapur berukuran enam kali empat meter bersama delapan staf ajaib yang kelakuannya di luar nalar:
Rizal & Ragil: Duo seksi potong yang satu motong secepat kilat, yang satu lagi harus presisi sampai diukur pakai penggaris besi.
Lusi & Nisa: Bagian bumbu yang penuh drama, dari gaya tuang kecap ala Salt Bae sampai panik berlebihan soal butiran garam.
Dina: Si perfeksionis yang menata makanan menggunakan pinset medis seperti sedang operasi bedah otak.
Imran, Zami, & Yaya: Tim dapur belakang yang hobinya mencairkan mentega di atas kompor menyala, bikin perkusi pakai panci peyot, dan ngaduk adonan sambil tidur.
Kekacauan mencapai puncaknya saat seorang tamu influencer memesan sarapan pancake berbentuk jerapah dengan ancaman bintang satu di Google Maps! Tanpa cetakan dan di bawah tekanan waktu, Ravel terpaksa menggunakan naluri mekanik motornya untuk melukis adonan di atas teflon, yang sayangnya... berakhir dengan bentuk abstrak luar biasa akibat insiden bersin tepung.
Apakah "Pancake Jerapah Konsep Pemanasan Global" ini akan menyelamatkan reputasi wisma, atau justru memicu huru-hara yang jauh lebih besar ketika pesanan gajah naik sepeda roda tiga dan omelet naga terbang mulai berdatangan?
Ikuti perjuangan kocak, absurd, dan penuh kepasrahan Chef Ravel dalam memimpin dapur paling berisik se-Indonesia!