Pokoknya ada Nala
3 stories
Good Karma by AgumonKuning
AgumonKuning
  • WpView
    Reads 8,859
  • WpVote
    Votes 818
  • WpPart
    Parts 16
⚠️21+ WARNING⚠️ IT'S ALL FAKE ! FANFIC!
Truce? by ShiHirakoooo
ShiHirakoooo
  • WpView
    Reads 3,298
  • WpVote
    Votes 182
  • WpPart
    Parts 5
Alana pikir, pindah ke Bandung sudah menjadi keputusan yang paling tepat. Di sini, dia menjadi primadona sekolah. Namun, takdir punya selera humor yang aneh. Delvin Rendy, rival abadi yang tak pernah bisa ia kalahkan di setiap final Olimpiade Sains, tiba-tiba muncul di depan pintu kelasnya. Ini bukan sekadar cerita tentang rumus fisika atau persaingan nilai, tapi tentang Alana yang harus belajar bahwa kadang, kalah dari orang yang sama berkali-kali bisa menumbuhkan perasaan yang lebih rumit dari sekadar rasa benci.
Four Love Coffee Sight by virolechen
virolechen
  • WpView
    Reads 4,735
  • WpVote
    Votes 549
  • WpPart
    Parts 6
Bryan Salino baru saja merayakan kelulusannya setelah empat tahun menjadi pejuang revisi di Depok. Rencana utamanya saat ini cuma satu: menikmati status pengangguran dengan rebahan 24/7. Sayangnya, rencana indah itu hancur berantakan hanya karena satu panggilan telepon. Di tengah kabar duka kepergian sang Akung, Papahnya yang harus mendadak dinas ke luar negeri malah memberinya sebuah "warisan" tugas. "Mas Lino... kamu bisa kan, ngurus coffee-shop peninggalan Akung di Bandung?" "S-serius, Pah? Aku nyeduh kopi saset aja kadang airnya kebanyakan!" "Lumayan lho, Mas... lulus langsung jadi bos! Nggak berat kok, kalau nggak salah... masih ada tiga pegawai yang tersisa di sana..." rayu sang Papah dengan nada memohon. Terjebak rasa sayang pada mendiang Akungnya (dan sedikit rayuan jabatan bos), Lino akhirnya menghela napas pasrah. "Yaudah deh, Pah... aku terima." Berbekal tekad seadanya, berangkatlah Lino ke Bandung. Ia pikir, menjadi bos dari 'tiga pegawai lama' akan jadi pekerjaan yang santai. Ia sama sekali tidak tahu kalau kedai kopi itu sedang berada di ujung tanduk, dan ketiga pegawainya adalah sumber dari segala sakit kepala-termasuk salah satu pegawainya yang super judes, tukang debat, tapi entah kenapa selalu berhasil membuat jantung Lino berdebar tidak karuan. Selamat datang di Bandung, Lino. Selamat tinggal, masa rebahan!