Daftar Bacaan Octaaaaavian
1 story
Penghapus mu, Boleh aku pinjam? by Octaaaaavian
Octaaaaavian
  • WpView
    Reads 69
  • WpVote
    Votes 10
  • WpPart
    Parts 3
"Kamu selalu jadi yang tercepat di lintasan, tapi enggak soal nyatain perasaan." -Sarada Uchiha "Coba lihat bintang-bintang itu, terlihat indah bukan, tapi... yang kita lihat itu cuma masalalu bintang nya" -Sarada Uchiha "Maksudnya?" -Boruto Uzumaki "Nanti juga kamu paham" -Sarada Uchiha Hanya karena sebuah penghapus, boruto menemukan secercah cahaya dalam hidupnya, Penghapus yang di pinjam oleh si murid baru pada hari pertama mulainya kelas tak sengaja menghapus sedikit demi sedikit rasa sakit, kecewa, dan putus asa boruto. Begitu juga dengan Sarada si murid Baru dari Suna yang menemukan rasa aman, dan harapan dari sebuah penghapus yang ia pinjam dari si murid paling bermasalah. Akankah kisah mereka berdua akan berjalan mulus?, Dari sebuah penghapus yang di pinjam, lalu muncul satu persatu ketidaksengajaan atau... semuanya sudah ditakdirkan? Sarada Uchiha adalah murid pindahan dari desa Sunagakure, Dia berpindah dari Sunagakure ke Konohagakure karna suatu alasan yang hanya dia yang tau. Sarada Uchiha baru menginjak kelas 11 atau lebih tepatnya ber umur 17 tahun, Sarada gadis yang dingin, cuek, galak, dan juga cerdas dia selalu tenang dalam menghadapi segala masalah, dia juga berambisi untuk bisa kuliah di universitas terkenal di barcelona, Sarada mempunyai cita-cita yang sangat dia dambakan sejak kecil, dia ingin menjadi dokter yang hebat seperti ibunya. Boruto Uzumaki, Murid yang bisa di bilang sangat berprestasi apalagi di bidang sepakbola atau olahraga, tapi dia juga murid yang sangat bermasalah atau nakal, orang bilang boruto dulunya sangat ceria dan hangat tapi suatu hal yang sangat menyakitkan merubah hidupnya, boruto memiliki cita-cita menjadi pemain bola terkenal meski terhalang oleh ekonomi dan masalah lainnya dia tidak pernah menyerah untuk mewujudkan cita-citanya menjadi seorang pembalap Formula One terkenal nan terhebat. "Langit malam tak lagi gelap, saat melihat mata indah penuh harapan milikmu tertuju padaku."