Uhanay's Reading List
3 stories
Rindu Itu Luka  by SafiyaNini
SafiyaNini
  • WpView
    Reads 406
  • WpVote
    Votes 132
  • WpPart
    Parts 23
Adira, si manja berusia 14 tahun, hanya tahu dunia yang indah dan serba cukup. Hidupnya penuh gelak tawa dan makanan kegemaran. Jennie, kakak sulung yang tegas dan pendiam, menjadi benteng utama keluarga. Mereka dibesarkan oleh seorang ibu tunggal yang cekal, Puan Azirah, dan seorang nenek penyayang yang sentiasa menabur nasihat. Namun, apabila Nenek Syirah pergi menghadap Ilahi, hidup mereka berubah sekelip mata. Kehilangan itu membawa sekali beban lama - pemungut hutang ayah mereka muncul semula, menuntut rumah yang menjadi tempat berlindung selama ini. Mereka dipaksa berpindah ke kampung, ke rumah kecil yang tidak pernah mereka bayangkan. Dalam serba kekurangan, kasih sayang diuji. Adira mula memberontak. Kata-kata kesatnya menjadi duri dalam hati Puan Azirah, sehinggalah satu tragedi hitam meragut nyawa ibu mereka. Tinggallah Jennie dan Adira berdua, menanggung luka yang tidak terubat. Jennie, walau masih muda, memilih untuk berhenti sekolah demi menyara adiknya. Adira yang dulu keras kepala, kini terpaksa belajar erti kehilangan dan pengorbanan. Walau dihimpit keperitan, kasih seorang kakak tidak pernah luntur. Kerana Jennie percaya, setiap yang berlaku adalah qada dan qadar Tuhan. --- "Kisah tentang kehilangan, pengorbanan dan kasih sayang yang tidak pernah putus walau dunia terasa runtuh. Sebuah perjalanan emosi yang akan tinggal di hati pembaca."
Echoes Within [ Edited Version ] by sheljptri
sheljptri
  • WpView
    Reads 11,920
  • WpVote
    Votes 4,088
  • WpPart
    Parts 28
Zeela menyebut kemampuannya sebagai 'Gema'. Sebuah resonansi yang memungkinkannya menyerap perasaan orang lain. Amarah, duka, hingga kegembiraan yang meluap bisa ia rasakan lewat gelombang tak kasat mata. Bahkan jika perasaan itu terlalu intens, Zeela sanggup mendengar potongan suara batin mereka. ​Namun, Kaivan Arel adalah pengecualian. Cowok berisik, tengil dan hobi menjulidnya adalah satu-satunya manusia yang tidak pernah Zeela rasakan emosinya. Aneh bukan? Apakah Kaivan bukan manusia? ​Menginjak usia 17 tahun, kemampuan Zeela berkembang. Ia tak lagi sekadar menangkap luapan perasaan manusia, tapi juga memori yang tertinggal pada benda dan tempat. Ia bisa melihat kilas balik peristiwa tragis atau bahagia yang pernah terjadi di sana. ​Di tengah itu, muncul Haikal. Siswa baru misterius itu memiliki anomali yang sama dengan Kaivan. Ia tak terdeteksi. Namun, ada sebuah rahasia besar terungkap. Ternyata Haikal adalah anak Zeela dari masa depan. Kedatangannya tidak hanya membawa peringatan, tapi juga jawaban mengapa sosok Kaivan selalu menjadi misteri bagi kekuatannya.
ENDLESS SUFFERING [•Halilintar•] Empire Era by RedFlash_Nana
RedFlash_Nana
  • WpView
    Reads 29,975
  • WpVote
    Votes 3,317
  • WpPart
    Parts 76
Bagaimana perasaan mu ketika kau hanyalah bocah polos tak berdosa berumur lima tahun , bukannya dibawa ke taman bermain penuh keseruan , tapi ke medan perang tempat mayat tergeletak sejauh mata memandang , tempat dimana kaki mu tak luput dari darah yang tergenang , dan tangan kecilmu menggenggam erat pedang ; dengan alasan berjuang demi tanah kekuasaan. Itulah yang Halilintar rasakan. Tak bisa dipungkiri jika dunia yang tak adil selalu memihaknya , memberatkan pundaknya , dan membebani jiwanya. Tidaklah salah ketika Halilintar sendiri bilang ia ingin menyerah , tapi apa? Ia tak berhenti melangkah karna apapun itu , selalu ada hal yang membuatnya harus dan harus untuk memenuhi segala hal. Dia hanya bocah kecil , yang dijadikan lelucon oleh semesta , dijadikan badut oleh dunia , dimana penderitaan itu , seolah tampak lucu dimata orang yang tak tau seberapa tebal topeng diwajahnya. Namun apa? Tak berhenti disitu , tak hanya fisik , mentalnya juga membeku ; mati dihantam tiap hitungan waktu. Tapi lagi lagi , tubuh itu bangkit setelah jatuh.. "Nyawa ayah prioritasku" "Jangan berpura pura , ibu. Jujur lah dalam membenciku" "Jangan bermimpi.. Aku tak pantas disebut kakak" "Aku mati pun , tak ada pengaruhnya untuk hidup kalian! Aku akan mati bahkan sebelum tangan kalian kotor oleh darah ku" "Jangan khawatir , aku sudah terbiasa" " ..... Benar benar terbiasa" Dan dibalik semua itu , ia tak sendirian. "Benar kan~Tuan~?" WARNING!! *KARAKTER DISINI MILIK MONSTA , ENDLESS SUFFER HAHYA MEMINJAM KARAKTERNYA SAJA (ADA BEBERAPA TAMBAHAN KARAKTER DARI AUTHOR) *DILARANG COPY KARNA SAMA DENGAN MENCONTEK! DIDUNIA DIMARAHI MASYARAKAT , DIAKHIRAT DIMARAHI MALAIKAT! *SILAHKAN BERI SARAN DENGAN SYARAT : SOPAN , TIDAK BERTELE TELE , DAN DENGAN BAHASA INDONESIA TENTUNYA *JANGAN LUPA VOTE DAN IKUTI TIAP BAB , OKE!?