brontosaurusrex
- Reads 5,577
- Votes 747
- Parts 17
Di SMA Pelita Harapan, semua orang tahu bahwa jika ada Carmen, di situ pasti ada ketujuh sahabatnya. Mereka adalah satu paket lengkap yang tak terpisahkan.
Ada Ian dan Ana, duo komedian yang tak pernah kehabisan bahan lawakan untuk membuat seisi kelas sakit perut. Lalu ada Yuha dan Yeon, dua orang paling peka yang selalu memastikan semua orang sudah makan dan tidak ada yang sedih. Di sisi lain, ada Jiwoo dan Juun-si kembar "kutub utara" yang irit bicara dan berwajah datar, namun selalu menjadi yang terdepan jika ada teman yang diganggu. Dan tentu saja, Stella, gadis yang gampang sekali ngambek tapi punya hati paling lembut, sekaligus orang yang paling menempel pada Carmen.
Dan di tengah mereka semua, ada Carmen.
Bagi Stella dan yang lainnya, Carmen adalah mentari. Senyumnya tak pernah luntur, tawanya selalu paling keras menyambut lelucon Ian dan Ana. Namun, di balik seragam sekolah dan tawa riuh itu, Carmen sedang memikul beban yang tak seorang pun tahu. Ia merasa harus tetap menjadi "Carmen yang ceria" agar Jiwoo tidak perlu khawatir, agar Stella tidak merajuk, dan agar grup mereka tetap utuh.
Namun, sampai kapan Carmen bisa berakting? Saat kesedihan mulai menggerogoti dari dalam, apakah perhatian tulus Yuha atau tatapan tajam Jiwoo akan berhasil menembus topengnya?