Candramura
- Reads 194
- Votes 27
- Parts 24
[Musim 3]
Untuk beberapa saat, Kirani terdiam tanpa menjawab apapun. Ia mencoba mencerna arti dari sebutan yang kelak menjadi nama barunya itu.
"M-mengapa harus nama itu, Tuan," tanya Kirani, merasa ragu.
Tuan Wilaga tersenyum penuh arti, "Sekar yang harumnya menyembuhkan luka kelam. Dan Kirana yang kelak menerangi jalan kebajikan," jelasnya, meyakinkan.
Kirani nampak berpikir sejenak, namun setelah itu mengangguk setuju, "Baik, Tuan, tapi... Bukankah sama saja; Kirani dan Kirana?"
Senyum simpul tercipta di bibir Wilaga, seakan sudah menanti pertanyaan itu. "Memang sama. Justru kesamaan itulah yang tetap menjaga intisari siapa kamu sebenarnya," terangnya, sekali lagi.