rubyvelveta
Gema di Balik Gerbang Vaelith
Tidak semua gerbang diciptakan untuk dibuka.
Sebagian hanya menunggu seseorang cukup ceroboh-atau cukup terpilih-untuk melakukannya.
Kael hanyalah seorang arsiparis magang di kota kecil Eredhel. Ia tidak memiliki pedang legendaris, tidak menguasai sihir, dan tidak pernah bermimpi menjadi pahlawan. Hingga sebuah manuskrip terlarang membawanya ke Lembah Kharvên-tempat sebuah gerbang kuno yang telah lama dibungkam sejarah akhirnya terbangun.
Sekali melangkah melewati Gerbang Vaelith, Kael terlempar ke dunia lain: Aethraya-alam yang retak, hidup, dan dipenuhi luka masa lalu yang belum sembuh. Di sana, sihir mengingat, bayangan berbisik, dan masa lalu tidak pernah benar-benar mati.
Tanda misterius di tangan Kael menandainya sebagai Pembawa Gema-sosok yang keberadaannya dapat membangunkan kekuatan purba, atau menghancurkan keseimbangan dunia yang rapuh.
Diburu oleh rahasia, dimanfaatkan oleh mereka yang mengaku sebagai penjaga, dan digoda oleh suara yang menyebut namanya dengan terlalu akrab, Kael harus memilih: menjadi kunci yang membuka kehancuran, atau menjadi kesalahan terakhir yang menyelamatkan segalanya.
Karena di Aethraya,
bukan takdir yang berbahaya-
melainkan ingatan yang menolak dilupakan.