Als leeslijst
9 stories
Dekapan Sang De'Athos  by aeloic
aeloic
  • WpView
    Reads 71,114
  • WpVote
    Votes 5,891
  • WpPart
    Parts 33
"Duniaku gelap dan tak tersentuh, sampai aku menemukan malaikat kecil yang terlantar di bawah rintik hujan." Mikael adalah remaja 15 tahun dengan kecantikan yang rapuh-pipi gembul, kulit seputih porselen, dan mata penuh luka. Dibuang oleh musuh orang tuanya tepat di depan sebuah rumah kosong, ia nyaris kehilangan harapan sebelum sebuah mobil mewah berhenti di hadapannya. Arsenio Valerick De'Athos, sang penguasa bisnis yang dingin, kejam, dan ditakuti, tidak pernah menyangka bahwa hidupnya yang kaku akan berubah total. Hanya dengan satu tatapan, naluri predatornya berubah menjadi proteksi mutlak. Tanpa ikatan darah, Arsenio mengklaim Mikael sebagai miliknya-anaknya. Di balik tembok mansion yang megah, Mikael dibesarkan dalam "sangkar emas" yang penuh kemewahan. Namun, masa lalu tidak tinggal diam. Saat musuh mulai mengintai kembali, Arsenio siap membakar dunia demi melindungi pangeran kecilnya. Ini bukan sekadar cerita tentang kekuasaan, melainkan tentang pengabdian tanpa batas seorang naga dingin kepada satu-satunya cahaya dalam hidupnya. --- jika ada nama ataupun latar belakang, kejadian dan hal lainnya yang sama maka itu adalah unsur ketidak sengajaan Harap bijak dalam membaca No bxb
Gilded Petals In Genting by aeloic
aeloic
  • WpView
    Reads 13,949
  • WpVote
    Votes 1,231
  • WpPart
    Parts 26
"Sejauh apa pun porselen kota melangkah, ia akan menemukan rumah sejatinya pada aroma tanah dan ketulusan doa di pelosok desa." Elian van der Zyl adalah definisi dari sebuah permata yang terlalu dijaga. Pemuda blasteran Indonesia-Belanda berparas cantik dan berkulit seputih porselen ini menghabiskan hidupnya di bawah pengawasan ketat sang Daddy, Julian van der Zyl-seorang aristokrat dingin yang tak tersentuh. Perjalanan singkat menghadiri pernikahan kerabat di Desa Genting, tanah kelahiran Mommy-nya, semula hanya dianggap sebagai liburan biasa. Namun, di balik rimbunnya pohon jati dan gemericik air sungai, Elian menemukan sesuatu yang tidak bisa dibeli dengan kekayaan Daddy-nya: kebebasan untuk bernapas. Mengenakan kaos oversize milik Daddy-nya, Elian mulai melebur dalam kesederhanaan desa, mulai dari belajar membungkus nasi dengan daun pisang, memandikan bayi keponakannya di sumur tua, hingga mengajar anak-anak desa melukis di paviliun kaca yang dibangun khusus untuknya. Ini bukan sekadar cerita tentang pulang kampung. Ini adalah tentang bagaimana sang Elang yang protektif belajar melepaskan sayapnya, dan bagaimana sang Permata Kota menemukan akar hidupnya di tengah kearifan lokal yang bersahaja.