dearlara
- Reads 23,051
- Votes 2,809
- Parts 17
"Pelan-pelan nyoloknya, babi! Ngilu, bangsat!"
"Buka yang lebar dong mulutnya, Sayang. Kalo rahang kamu kaku, alat Om susah masuknya."
"Alat lu kegedean, anjing! Singkirin ga dari mulut gue!"
"Tahan sebentar. Nanti kalau cairannya udah keluar semua, kamu yang bakal keenakan minta nambah."
"Ngapain lu rebahan di kasur gue, Om? Bau rokok, anjing! Turun ga lu!"
"Nungguin kamu selesai ngetik revisian. Sini rebahan sebentar, Om pijitin biar uratnya lemas."
"Ga usah modus, bangsat! Tangan lu ngapain nyasar ngelus paha gue, hah?"
"Refleks, Sayang. Habisnya paha kamu pas banget buat Om jepit. Sini, biar Om bantuin hilangin stresnya."
"Gausah godain gue di depan ibu-ibu komplek yang lagi belanja, sinting! Malu, bangsat!"
"Lho, Om kan cuma nawarin terong yang ukurannya jauh lebih besar dan keras khusus buat kamu, Sen."
"Otak lu isinya selangkangan doang ya, Om?"
"Isinya cuma kamu. Makanya Om selalu tegang tiap kali lihat kamu ngamuk-ngamuk gemesin begini."
Arsena Bimaantara cuma mahasiswa tingkat akhir yang pengin skripsinya cepat kelar. Sialnya, doanya malah mendatangkan malapetaka berwujud tetangga baru bernama drg. Jatmiko Adhyaksa Nugraha. Bukannya higienis dan berwibawa, dokter gigi berumur tiga puluh satu tahun itu malah berambut gondrong, hobi pakai kaus kutang, perokok berat, dan punya mulut tanpa filter beraura mesum yang setiap hari sukses bikin kewarasan Sena nyaris putus.
Gara-gara insiden lutut Sena yang tidak sengaja menghajar 'aset masa depan' sang dokter, hidup pemuda itu resmi berubah jadi arena uji nyali. Sena harus jungkir balik menghindari godaan frontal Om Iko yang makin brutal, sambil bertahan dari adik bungsunya sendiri yang tega menjual kakaknya demi sebuah game. Siapkan mental kalian, karena kursi pasien Dokter Iko selalu terbuka dua puluh empat jam dengan jaminan servis luar dalam!