Other
3 stories
REBIRTH: The Crown of Thorns by AgnesLee9
AgnesLee9
  • WpView
    Reads 28
  • WpVote
    Votes 9
  • WpPart
    Parts 10
Di Chulalongkorn International High School, kekuasaan tidak diukur dari nilai akademik, melainkan dari silsilah keluarga dan jumlah pengikut di media sosial. Sekolah ini dikuasai oleh empat "kerajaan" kecil yang dipimpin oleh para pewaris terkaya di Thailand: Phana Akaramontri (The King): Dingin dan tak tersentuh. Kavin Sethabakdi (The Shark): Agresif dan pemilik teknologi. Ren Kittisawat (The Ghost): Sadis dalam diam dan penuh teka-teki. Minnie Chansombat (The Queen): Manipulatif dan kejam. Mereka tidak berteman, namun mereka memiliki satu hobi yang sama: memburu "hama" sekolah yaitu para murid penerima beasiswa yang dianggap mengotori pemandangan kemewahan mereka. Lalin, seorang gadis beasiswa yang malang, menjadi sasaran utama. Puncaknya, di sebuah malam yang kelam, Lalin dinyatakan tewas bunuh diri setelah terjatuh dari lantai paling atas gedung sekolah. Kasus ditutup rapat dengan kekuatan uang. Namun, tepat tujuh hari setelah kematiannya, Lalin kembali berjalan melewati gerbang sekolah. Ia tidak lagi gemetar. Ia tidak lagi menunduk. Ia kembali dengan tatapan mata kosong dan amnesia total. Ia tidak ingat siapa dirinya, dan yang paling mengerikan, ia tidak ingat siapa keempat iblis yang telah mendorongnya menuju maut. Saat para pembully mencoba kembali menancapkan taring mereka, mereka menyadari satu hal: Lalin yang "hidup kembali" bukanlah mangsa yang sama. Di balik wajah polosnya yang amnesia, ada rencana pembalasan dendam yang jauh lebih dingin daripada kematian itu sendiri. Apakah Lalin benar-benar lupa, atau amnesia itu hanyalah topeng untuk menghancurkan keempat kerajaan tersebut dari dalam?
PININGSET: TANAH PENGAMPUN DOSA by AgnesLee9
AgnesLee9
  • WpView
    Reads 31
  • WpVote
    Votes 10
  • WpPart
    Parts 10
Tagline: Sekali melangkah masuk, jiwamu bukan lagi milikmu. Sinopsis Enam mahasiswa terpilih Aris, Bagas, Dimas, Selly, Maya, dan Tiara menganggap program KKN (Kuliah Kerja Nyata) di Desa Piningset hanyalah formalitas akademik biasa. Terletak jauh di pedalaman hutan yang tidak terpetakan, Piningset menyambut mereka dengan kabut abadi dan penduduk yang bicara dalam teka-teki. Namun, Piningset bukanlah desa biasa. Desa ini adalah sebuah "ruang isolasi" gaib yang memegang prinsip kuno: Apa yang masuk, telah mati bagi dunia luar. Ketegangan mulai memuncak saat mereka menyadari bahwa jalan setapak yang mereka lalui untuk masuk telah hilang tertutup hutan lebat yang bergerak. Di tengah rasa frustrasi, ketakutan, dan keputusasaan karena terjebak tanpa sinyal, moralitas kelompok tersebut mulai runtuh. Puncaknya, sebuah pelanggaran besar terjadi. Di dalam bangunan terlarang yang dianggap sebagai jantung kesucian desa, sebuah perbuatan tidak senonoh dilakukan sebagai bentuk pelarian dari rasa stres yang mencekam. Mereka tidak menyadari bahwa Desa Piningset tidak hanya melihat, tapi juga merasakan "kotoran" yang mereka tinggalkan. Hukum adat yang mengerikan pun dijatuhkan. Satu per satu dari mereka mulai mengalami transformasi mengerikan. Bukan sekadar hantu yang mengejar mereka, melainkan kutukan yang menuntut pembersihan lewat darah. Di Piningset, tidak ada pintu keluar; yang ada hanyalah pilihan untuk menjadi tumbal atau menjadi bagian dari keabadian desa yang terkutuk itu. "Di sini, dosa tidak untuk dimaafkan, tapi untuk dibayar tuntas."