keripiksingkong7
- Reads 350
- Votes 38
- Parts 15
Aku, si penulis amatir yang gemar menyimpan perasaan dalam barisan kata. Kutetapkan beberapa dari mereka- di antara sekian banyak yang datang dan pergi- yang terpilih akan abadi menjadi tulisanku.
Untuk itu, kali ini kupilih kamu. Menetaplah lebih lama daripada ingatanku, dan bertahanlah lebih jauh daripada pertemuan kita. Tanpa seizinmu, aku lancang menuliskan ini. Menyusun namamu menjadi kalimat-kalimat yang bahkan tak pernah kau ketahui keberadaannya.
Marahi aku jika suatu hari tulisan ini terbaca olehmu, karena sungguh, itu juga inginku. Sebab tak ada yang lebih menyenangkan daripada mengetahui bahwa perasaan ini pernah sampai kepadamu, meski hanya lewat deretan kata yang kusulap dengan jari-jariku.
Untukmu, alasan dari rasa takut dan bahagiaku. Begitu banyak rasa yang berani kutarik kembali hanya untuk sekadar menyapa. Sebab dari sekian banyak bentuk jatuh cinta, padamulah aku akhirnya menemukannya.
Aku tidak pandai menunjukkan cinta dengan kata-kata di depanmu. Maaf kalau aku canggung mengungkapkan rasa- bukan pelukan, bukan janji manis. Caraku mencintai selalu lewat jeda dan tinta. Tapi lewat tulisan ini, aku ingin kamu abadi, tersimpan rapi di setiap halaman seperti kamu yang tersimpan di hatiku.
Maka biarlah cerita ini menjadi bukti: bahwa aku memilih mengabadikanmu dengan cara yang paling kubisa.