chamo_milee
Di sela kaku rumus hidupnya, Santhemum Tisane memilih menjadi seduhan teh putih: jernih dan tak terusik. Baginya, hidup adalah tentang menjaga agar tidak ada yang berubah.
Namun, Mahesa Janardana adalah manusia perusak segalanya.
Jika Santhemum adalah kejernihan teh putih, maka Mahesa adalah seduhan teh hitam yang dibiarkan terlalu lama dan meninggalkan pahit candu di pangkal tenggorokan. Mahesa si angin dingin Cipaganti yang menyelinap melalui celah jendela, mengacak-acak ketenangan yang tertata dan merusak suhu yang selama ini San jaga.
Karena pada akhirnya, serumit apapun rumusnya, San tidak bisa lari dari satu takdir yang di patri langit Bandung.