RushSyndrome
"Katanya hubungan di internet nggak akan bertahan lama.
Tapi aku dan dia berhasil melewati empat tahun.
Aku mengenalnya saat usiaku sebelas dan dia empat belas. Kami tinggal di negara yang berbeda-Indonesia dan Malaysia-dipisahkan laut, waktu, dan layar kecil yang terus menyala hampir setiap malam. Awalnya cuma obrolan random di grup chat. Lalu perlahan berubah jadi tempat pulang.
Kami tumbuh bersama lewat pesan-pesan sederhana. Lewat 'udah makan?' Lewat voice note pecah. Lewat panggilan larut malam yang kadang cuma diisi suara napas karena sama-sama ketiduran.
Sampai akhirnya umur bertambah, keadaan berubah, dan aku memilih mengakhiri semuanya karena sebuah larangan yang bahkan sekarang masih menghantuiku.
Aku pikir melepaskannya adalah hal yang benar.
Tapi kenapa rasa bersalahnya masih tinggal sampai sekarang?"
- cerita tentang jarak, waktu, dan seseorang yang pernah terasa seperti rumah, meski belum pernah disentuh.