byazmaa
"Lihat dia berdiri di depan gue aja... udah lebih dari cukup buat gue."
Bagi Revana Meisya, Arshaka Zayyan adalah cinta pertamanya-yang tumbuh pelan sejak masa kecil, lalu menjadi kenangan yang menetap di sudut ingatannya.
Mereka pernah dipisahkan saat kelas 6 SD, sebelum akhirnya semesta mempertemukan mereka kembali di bangku SMA.
Dan di masa itu, Vana belajar satu hal sederhana: beberapa perasaan tidak perlu diucapkan untuk bisa menjadi kenangan yang bertahan lama.
Ia pernah menyukai Shaka.
Diam-diam.
Seperti kebiasaan kecil yang tidak pernah benar-benar hilang, hanya berubah menjadi ingatan.
Vana tidak pernah cukup berani untuk mendekat.
Tidak pernah cukup berani untuk mengubah rasa itu menjadi kata.
Jadi ia memilih caranya sendiri untuk bertahan:
mengamati dari jauh, menyimpan semuanya dalam hati, lalu berpura-pura bahwa semuanya baik-baik saja.
Ini adalah cerita tentang masa lalu.
Tentang seorang laki-laki dengan senyum tenang yang tetap bertahan, bahkan ketika hidupnya hancur.
Tentang seseorang yang tetap terlihat kuat... meski kehilangan wanita paling penting dalam hidupnya.
Tentang seseorang yang pernah mengisi ruang yang tidak pernah ia sadari.
Dan tentang seorang gadis yang menyimpan cinta pertamanya terlalu lama... dalam diam.
Yeah... About Him, and Everything I Never Said to Him.
****
Catatan:
Cerita ini lahir dari imajinasi penulis.
Harap tidak memiliki ekspektasi berlebih, dan nikmati ceritanya dengan ringan.