ayaasylph
- Reads 393
- Votes 122
- Parts 5
Atha terbiasa hancur sendirian.
Di bawah tekanan hidup yang mencekik, menari adalah satu-satunya cara bagi Atha untuk berteriak tanpa suara. Melampiaskan keputusasaanya pada takdir yang Tuhan tulis.
Namun malam itu, ia benar-benar tumbang. Hidupnya yang sudah berantakan, pecah berkeping-keping di atas lantai studio yang dingin.
Di titik terendahnya, Jendra Dewangkara datang.
Bagi Jendra yang terbiasa hidup dengan keteraturan, Atha adalah sebuah melodi indah yang kehilangan iramanya.
Pria itu tidak datang untuk menghakimi, ia datang untuk berlutut, mengumpulkan setiap serpihan hati Atha yang berserakan dengan penuh kesabaran.
"Taruh seluruh risau itu di sini. Biar aku yang menata kembali semuanya untukmu."
Karena bagi Jendra, mencintai Atha bukan soal memperbaiki yang rusak, melainkan merangkulnya sampai ia merasa cukup untuk kembali berpijak.
©ayaasylph