Aetherassa
- Reads 103,236
- Votes 8,896
- Parts 45
Bagi Keshkara Askalandra, hidup hanyalah serangkaian luka yang tidak pernah diberi waktu untuk sembuh. Baginya, dunia sudah berhenti di hari ibu kandungnya, Ayunda, mencoba menenggelamkannya sebelum akhirnya memilih menyayat nadi tepat di depan matanya saat aksi melenyapkannya gagal. Trauma itu meninggalkan lubang besar di jiwanya, disertai gema tuduhan yang datang dari segala sisi-termasuk dari dirinya sendiri: "Ini semua salahmu."
Beberapa waktu setelah kematian Ayunda, Damar akhirnya menjemput Keshka untuk tinggal bersama keluarga "sempurnanya", rumah megah itu justru menjadi medan perang dingin baru untuknya. Jeffan, si sulung yang dingin, dan Gara, yang tahta sebagai anak bungsunya direbut, melihat Keshka bukan sebagai saudara, melainkan sebagai noda yang merusak kebahagiaan keluarga mereka.
Di rumah itu, Keshka tetap diam. Ia menerima setiap tatapan tajam dan pengabaian sebagai bentuk penebusan dosa atas kehadirannya yang tak diinginkan. Ia membiarkan jantungnya yang rapuh bekerja sendirian, menanggung sesak tanpa pernah mengeluh. Namun, ketenangan Keshka yang ganjil mulai mengusik rasa ingin tahu kedua kakaknya.
Hingga suatu hari, sebuah kejadian tak terduga meruntuhkan tembok kebencian itu. Gara mulai melihat luka-luka yang disembunyikan Keshka di balik baju seragamnya, menyadari bahwa adik yang selama ini ia musuhi sedang berjuang melawan rasa sakit yang jauh melampaui masalah jantungnya.
Satu persatu rahasia tentang masa lalu Damar dan kehancuran Ayunda mulai tersingkap. Saat kebencian mulai berubah menjadi rasa bersalah, Jeffan dan Gara dipaksa menghadapi kenyataan pahit: Keshka sudah terlalu lama hancur sendirian. Kini, mereka harus berpacu dengan waktu sebelum jantung yang selama ini mereka abaikan benar-benar berhenti berdetak-atau sebelum Keshka sendiri yang memilih untuk menyerah pada dunia.
[Cerita sudah selesai - End]